Sabtu, 07 April 2012

Kamu! Kamu? Ya Kamu...

Hey kamu, my groom! Iya kamu.. Yang pakai topi… Kamu yang berpakaian rapi lengkap ditambah dasi senada dengan hem kamu. Ato kamu yang betah berjam-jam di depan komputer. Eh kamu yang anak band juga boleh. Yang pasti kamu yang bisa jadi imam yang baik untuk keluarga kecilku. Tapi bukan kamu yang berkacamata. Tidak untuk kamu yang perokok berat. Bukan juga kamu yang belagu pamer mobil papamu.

Siapapun kamu, yakin memilih aku sebagai calon istrimu?

Tau nggak kalo aku ini seorang perempuan yang tidak pandai memasak tapi aku janji akan menjadi koki terhebat untuk keluarga kecil kita nanti.

Tau nggak kalo aku suka membaca jadi kalo nanti kita punya anak, aku akan membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak kita nanti.

Aku suka kalo kamu pandai memainkan berbagai macam alat musik. Kamu yang nggenjreng gitar dan kita bernyanyi bersama di sore/malam hari melepas penat setelah seharian bekerja ditemani teh hangat dan pisang goring buatanku, romantis bukan? Biar saja para tetangga mendengar nada-nada cinta kita.
Atau kepiawaianmu memadukan tuts piano, dapat kamu ajarkan ke anak-anak kita soalnya pas kecil dulu aku sempat dijanjikan les piano oleh bapak entah kenapa hal itu tidak pernah terealisasikan makanya aku ingin anakku bisa memainkan piano.

Aku ingin mengikuti program pemerintah, 2 anak cukup, 1 cowok dan 1 cewek. Aku mau anak pertama kita cowok soalnya dari dulu aku pengen punya kakak cowok jadi biar anak cewek kita punya seorang kakak cowok, hehe…

Kalo kamu mau, kamu juga bisa berpartner dengan anak cowok kita dalam bertanding bermain games komputer.

Tapi kamu jangan cegah aku untuk menjadi wanita karier. Aku ingin bekerja di kantor. Sama seperti kamu tapi di kantor yang berbeda tentunya.
Apa? Kamu tidak suka aku bekerja?
Baiklah… Kalo begitu kamu harus menggaji aku! Setidaknya gaji itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, bayar cicilan rumah, bayar asuransi kesehatan, asuransi pendidikan anak kita, biaya refreshing.
Bagaimana? Sanggup? Sudahlah sebaiknya ijinkan aku bekerja saja. Aku janji akan menjadi istri dan ibu yang baik. Jangan khawatir aku akan tetap menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri dan seorang ibu. Nanti kalo aku hamil, aku berhak mendapatkan cuti 3 bulan melahirkan dari kantorku dan akan kupergunakan waktu singkat itu untuk menyusui eksklusif anak kita nanti. Setelah masa cuti habis, aku akan kembali bekerja, tentunya sebelum berangkat ngantor aku akan menyiapkan segala keperluan anak kita terlebih dahulu dan aku akan pulang dengan segera. Biar ibuku yang sementara menjaga anak kita atau nitip ke ibumu boleh kan?

Aku ingin tinggal di kompleks perumahan, jangan di pinggir jalan seperti rumahku sekarang soalnya nggak punya tetangga. Di sebuah rumah sederhana itu tidak usah terlalu besar tetapi memiliki halaman yang luas, banyak tanaman hias, ada kolam ikannya juga. Jadi setiap hari minggu kita bisa berkebun dan jangan lupa menguras kolam dan anak kita bisa memberikan makan pada ikan-ikan yang ada di kolam itu.

Aku akan menjadi pasangan terhebat di ranjang, kita harus mencoba seluruh ruangan rumah kita untuk bercinta, jadi akan terasa sensasi yang berbeda di setiap sudut ruangan. Ups... *sensor*

Tidak lupa di rumah itu ada ruangan khusus untuk tempat beribadah sekaligus perpustakaan. Dinding ruangan itu akan penuh rak yang berisi koleksi buku-buku dan komik-komikku. Di ruangan itu kita juga bisa sholat berjama’ah, kamu yang jadi imam, tapi jangan surat An-Nas atau Al-Ikhlas aja yang dibaca! Hehe... Nggak usah kawatir soal mengaji, serahkan urusan itu padaku, tidak perlu memanggil guru privat mengaji untuk anak kita, setiap kita selesai sholat Shubuh berjama’ah, aku akan mengajarinya mengaji.
Eh, ruangan itu boleh nggak ya untuk bercinta? Ah boleh kok, bercinta kan juga termasuk beribadah? Hehe…

Aku tidak suka rumah kita berbau asap rokok jadi jangan sekali-kali merokok di dalam rumah, kalo perlu kamu tidak usah merokok.

Oya, dinding rumah kita boleh ya aku hias dengan pigura foto-foto kita? Mulai dari foto-foto pernikahan kita sampai dengan foto-foto anak kita akan terpajang di dinding rumah kita, biar orang-orang yang mengunjungi rumah kita turut merasakan memori-memori indah keluarga kita yang terekam melalui foto-foto itu.

Kalo kamu punya uang lebih tolong belikan mobil ya? Jadi kita bisa pergi ke Taman Safari bersama anak-anak kita. Eh boleh kok ajak keponakan-keponakanmu dan aku ajak adik-adikku juga biar ramai.

Gimana? Serius kamu mau jadi istriku?

Pernikahan kita tidak usah terlalu mewah tapi aku ingin semua keluarga, kerabat, teman, tanpa terkecuali menjadi saksi hari bahagia kita. Kayaknya kalo resepsinya diadakan di rumah nggak mungkin deh, soalnya keluargaku tidak bisa dihitung pakai jari, belum lagi relasi bapak dan teman-teman pengajian ibu. Harap maklum, aku kan anak pertama, satu-satunya perempuan lagi, jadi pernikahanku merupakan ”gawe” pertama. Teman-temanku sekolah, kuliah, kantor juga harus datang. Keluarga dan teman-temanmu diundang juga kan?

Baiklah lakukan persiapan mulai dari sekarang.
Apapun itu. Siapapun kamu. Bagaimana nanti. Tetap akan menjadi misteri-Mu.
Ya Rab, Bantulah hamba dalam menentukan pilihan terbaik untukku, duniaku, dan akhiratku.

Hai lelakiku, Sebutlah namaku di setiap Doa-Doamu...
Hadirlah dalam mimpiku yang akan menuntunku dalam menemukan jawaban itu...

Aamiin... Ya Robbal alamiin...

Surabaya, 07 April 2012
beautiful fullmoon #tonight
@ama_lia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar