Sabtu, 07 April 2012

Kamu! Kamu? Ya Kamu...

Hey kamu, my groom! Iya kamu.. Yang pakai topi… Kamu yang berpakaian rapi lengkap ditambah dasi senada dengan hem kamu. Ato kamu yang betah berjam-jam di depan komputer. Eh kamu yang anak band juga boleh. Yang pasti kamu yang bisa jadi imam yang baik untuk keluarga kecilku. Tapi bukan kamu yang berkacamata. Tidak untuk kamu yang perokok berat. Bukan juga kamu yang belagu pamer mobil papamu.

Siapapun kamu, yakin memilih aku sebagai calon istrimu?

Tau nggak kalo aku ini seorang perempuan yang tidak pandai memasak tapi aku janji akan menjadi koki terhebat untuk keluarga kecil kita nanti.

Tau nggak kalo aku suka membaca jadi kalo nanti kita punya anak, aku akan membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak kita nanti.

Aku suka kalo kamu pandai memainkan berbagai macam alat musik. Kamu yang nggenjreng gitar dan kita bernyanyi bersama di sore/malam hari melepas penat setelah seharian bekerja ditemani teh hangat dan pisang goring buatanku, romantis bukan? Biar saja para tetangga mendengar nada-nada cinta kita.
Atau kepiawaianmu memadukan tuts piano, dapat kamu ajarkan ke anak-anak kita soalnya pas kecil dulu aku sempat dijanjikan les piano oleh bapak entah kenapa hal itu tidak pernah terealisasikan makanya aku ingin anakku bisa memainkan piano.

Aku ingin mengikuti program pemerintah, 2 anak cukup, 1 cowok dan 1 cewek. Aku mau anak pertama kita cowok soalnya dari dulu aku pengen punya kakak cowok jadi biar anak cewek kita punya seorang kakak cowok, hehe…

Kalo kamu mau, kamu juga bisa berpartner dengan anak cowok kita dalam bertanding bermain games komputer.

Tapi kamu jangan cegah aku untuk menjadi wanita karier. Aku ingin bekerja di kantor. Sama seperti kamu tapi di kantor yang berbeda tentunya.
Apa? Kamu tidak suka aku bekerja?
Baiklah… Kalo begitu kamu harus menggaji aku! Setidaknya gaji itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, bayar cicilan rumah, bayar asuransi kesehatan, asuransi pendidikan anak kita, biaya refreshing.
Bagaimana? Sanggup? Sudahlah sebaiknya ijinkan aku bekerja saja. Aku janji akan menjadi istri dan ibu yang baik. Jangan khawatir aku akan tetap menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri dan seorang ibu. Nanti kalo aku hamil, aku berhak mendapatkan cuti 3 bulan melahirkan dari kantorku dan akan kupergunakan waktu singkat itu untuk menyusui eksklusif anak kita nanti. Setelah masa cuti habis, aku akan kembali bekerja, tentunya sebelum berangkat ngantor aku akan menyiapkan segala keperluan anak kita terlebih dahulu dan aku akan pulang dengan segera. Biar ibuku yang sementara menjaga anak kita atau nitip ke ibumu boleh kan?

Aku ingin tinggal di kompleks perumahan, jangan di pinggir jalan seperti rumahku sekarang soalnya nggak punya tetangga. Di sebuah rumah sederhana itu tidak usah terlalu besar tetapi memiliki halaman yang luas, banyak tanaman hias, ada kolam ikannya juga. Jadi setiap hari minggu kita bisa berkebun dan jangan lupa menguras kolam dan anak kita bisa memberikan makan pada ikan-ikan yang ada di kolam itu.

Aku akan menjadi pasangan terhebat di ranjang, kita harus mencoba seluruh ruangan rumah kita untuk bercinta, jadi akan terasa sensasi yang berbeda di setiap sudut ruangan. Ups... *sensor*

Tidak lupa di rumah itu ada ruangan khusus untuk tempat beribadah sekaligus perpustakaan. Dinding ruangan itu akan penuh rak yang berisi koleksi buku-buku dan komik-komikku. Di ruangan itu kita juga bisa sholat berjama’ah, kamu yang jadi imam, tapi jangan surat An-Nas atau Al-Ikhlas aja yang dibaca! Hehe... Nggak usah kawatir soal mengaji, serahkan urusan itu padaku, tidak perlu memanggil guru privat mengaji untuk anak kita, setiap kita selesai sholat Shubuh berjama’ah, aku akan mengajarinya mengaji.
Eh, ruangan itu boleh nggak ya untuk bercinta? Ah boleh kok, bercinta kan juga termasuk beribadah? Hehe…

Aku tidak suka rumah kita berbau asap rokok jadi jangan sekali-kali merokok di dalam rumah, kalo perlu kamu tidak usah merokok.

Oya, dinding rumah kita boleh ya aku hias dengan pigura foto-foto kita? Mulai dari foto-foto pernikahan kita sampai dengan foto-foto anak kita akan terpajang di dinding rumah kita, biar orang-orang yang mengunjungi rumah kita turut merasakan memori-memori indah keluarga kita yang terekam melalui foto-foto itu.

Kalo kamu punya uang lebih tolong belikan mobil ya? Jadi kita bisa pergi ke Taman Safari bersama anak-anak kita. Eh boleh kok ajak keponakan-keponakanmu dan aku ajak adik-adikku juga biar ramai.

Gimana? Serius kamu mau jadi istriku?

Pernikahan kita tidak usah terlalu mewah tapi aku ingin semua keluarga, kerabat, teman, tanpa terkecuali menjadi saksi hari bahagia kita. Kayaknya kalo resepsinya diadakan di rumah nggak mungkin deh, soalnya keluargaku tidak bisa dihitung pakai jari, belum lagi relasi bapak dan teman-teman pengajian ibu. Harap maklum, aku kan anak pertama, satu-satunya perempuan lagi, jadi pernikahanku merupakan ”gawe” pertama. Teman-temanku sekolah, kuliah, kantor juga harus datang. Keluarga dan teman-temanmu diundang juga kan?

Baiklah lakukan persiapan mulai dari sekarang.
Apapun itu. Siapapun kamu. Bagaimana nanti. Tetap akan menjadi misteri-Mu.
Ya Rab, Bantulah hamba dalam menentukan pilihan terbaik untukku, duniaku, dan akhiratku.

Hai lelakiku, Sebutlah namaku di setiap Doa-Doamu...
Hadirlah dalam mimpiku yang akan menuntunku dalam menemukan jawaban itu...

Aamiin... Ya Robbal alamiin...

Surabaya, 07 April 2012
beautiful fullmoon #tonight
@ama_lia



Minggu, 19 Februari 2012

Repeat. Galau Night Part 2.


Malam minggu dateng lagi...
...dan seperti biasanya masih sama seperti malam-malam sebelumnya...
Di rumah. Di depan laptop.

Ba'da Isya tadi, calon suami kawanku si "pinky rabit" ke rumah untuk mengambil seserahan/hantaran lamaran yang seminggu lalu dititipkan padaku untuk dihias/dibentuk. Sesuai dengan request calon mempelai wanita yang meminta dibentuk kelinci, maka jadilah salah satu hantaran berbentuk kelinci. Oya, jangan berpikir kalo hantaran itu aku yang buat tapi yang pandai membentuk hantaran itu adalah ibuku. Eh tapi aku juga turut andil dalam proses membentuk hantaran itu loh. Aku membantu mencarikan / browsing gambar hantaran berbentuk kelinci dan sedikit memberikan sentuhan terakhir dengan membungkus plastik hantaran tersebut.
 Salah satu kreasi hantaran

Syiiip. Hantaran sudah diambil. Saatnya Me Time.
Me Time adalah waktuku untuk melakukan apa yang aku suka, apa yang aku mau.
Ini mungkin terdengar sederhana, tapi sangat berharga untukku.
Tadi sepulang kantor aku sudah melakukannya dengan berkunjung ke Toko Buku. Ternyata aku baru sadar kalo aku telah khilaf karena sudah memborong banyak buku-buku yang sebenarnya tidak ada dalam list pembelian bulan ini. Mungkin ini yang dinamakan pengeluaran tidak terduga.
Menulis.
Minggu ini aku punya PR. Mengerjakan Tugas Akhir salah seorang rekan kerjaku. Sedikit menguras otak yang rasanya telah lama tumpul. Tentunya aku lakukan dengan sungguh-sungguh dengan mencari bahan semaksimal mungkin. Dan kali ini aku menulis karya ilmiah. Bukan menulis curahan hati yang biasa aku lakukan seperti sebelumnya.

Di tengah kebuntuanku mencari ide menulis. Aku sempatkan untuk mencari tahu tentang aktivitas my ubi di malam minggu ini dengan me-sms dia. Seperti biasa, jawabannya sangat singkat dan semakin membuatku bertanya-tanya dalam hati what happen with our relationship.
Dan selalu saja my crazy friend yang satu ini hadir di saat yang tepat. Dia tiba-tiba sms kasih kabar kalo lagi makan di warung depan rumahku with his mom. Konsentrasi menuliskupun buyar sementara. Aku bergegas ke warung depan rumah dan bergabung bersama mereka. Ternyata sahabatku yang satu ini tidak bersama mamanya saja tapi bersama tetangganya yang aku kenal juga, bersama seorang anak kelas 4 SD yang dulu pernah menjadi subjek penelitian jaman kuliahku dulu. Anak itu bersama mamanya. Jadi terjadilah obrolan seru 5 orang sambil makan beragam menu yang ada di warung kecil depan rumah.

Saatnya melanjutkan menulis PR yang semakin mendekati deadline. Akhir Februari ini proposal tugas akhir ini harus segera diajukan ke Dosen Pembimbing jadi aku harus ekstra kerja keras untuk menyelesaikannya karena malam minggu depan aku sudah punya planning untuk menghadiri pernikahan sahabat karibku di seberang Jawa sana. Jadi sebelum hari Kamis ini PR ku harus udah kelar.

Sambil menulis aku setel salah satu stasiun televisi yang menayangkan program acara judulnya empat sisi kotak band. Band jebolan salah satu ajang pencarian bakat ini masih terus eksis walaupun ditinggal sang drummer. Eh tiba-tiba ada satu lagu yang kayaknya kok aku banget yah.. Ah enggak aku-aku banget sih.. Tapi emang seperti yang aku tanyakan dalam hati tadi...

Apa Bisa - Kotak

Jika aku jadi kamu, aku akan dengarkan
Jika aku jadi kamu, aku akan perhatikan
Yang ku keluhkan, selalu
Pantasnya kamu dengarkan aku dulu

Kali ini apa masih bisa
Aku tahan denganmu
Sebenarnya apa masih bisa
Kamu sayangi aku, apa bisa

Jika aku jadi kamu, tidak sulit mengalah
Karena aku ingin lama, sama kamu berjalan
Yang ku keluhkan, selalu
Pantasnya kamu dengarkan aku dulu

Kali ini apa masih bisa
Aku tahan denganmu
Sebenarnya apa masih bisa
Kamu sayangi aku
Apa bisa, apa bisa, apa bisa
Kali ini apa masih bisa

Kali ini apa masih bisa
Aku tahan denganmu (aku tahan denganmu)
Sebenarnya apa masih bisa
Kamu sayangi aku (apa bisa)
Kali ini apa masih bisa (apa bisa)
Sebenarnya apa masih bisa (apa bisa)
Kali ini apa masih bisa
Kita bersama-sama...apa bisa


Surabaya, 19 Februari 2012
@ama_lia

Sabtu, 04 Februari 2012

Galau night

Nggak pengen tau aku lagi ngapain? Nggak pengen tau aku sudah makan ato belom? Nggak pengen kasih kabar juga kenapa tadi siang smsku nggak dibalas? Sms cuma gitu-gitu aja. Jawabannya kalo nggak; Oke. Ya. Sudah. Oooo.

Mungkin itu seperti curhatan anak SMA yang akan uring-uringan saat pacarnya nggak sms/tlp seharian. Tapi aku sadar, sangat sadar bahkan! Kalo umurku saat ini udah nggak layak untuk mengikuti gaya pacaran anak SMA. Selalu berpikiran positif saat si dia tidak memberikan kabar seharian adalah suatu hal yang sudah biasa aku terapkan.
Namun entah kenapa di saat aku sedang membutuhkan dia untuk bertukar pikiran tapi selalu tidak bisa conect, istilahnya sih nggak nyetrum telepatinya. Salah aku juga sih pengen curhat tapi diem2an aja, nggak ngomong! Tapi pas udah hadep-hadepan dengan dia, akunya malah jadi speechles, kata-kata yang sebelumnya sempat terbesit di kepala seketika itu juga hilang begitu saja. Enggak tau harus ngomong apa! Sering itu aku alami.

Sampai pada akhirnya aku lebih nyaman bertukar pikiran dengan one of my crazy friends, jadi aku punya salah satu sahabat cowok, dulu saat kita sama-sama belum berpasangan hampir setiap hari saling menyapa via sms walaupun rumah kita berdekatan tapi rasanya kita sangat menikmatinya. Sampai terkadang aku jadi ketergantungan dengannya. Nyuci motor, nyervis motor, beli kacamata, beli handphone, dan apapun segala aktivitas yang membutuhkan teman ngobrol atau teman untuk memberikan pendapat mana yang cocok mana yang tidak. Aku lakukan bersama sahabatku ini.

Seperti malam ini saja contohnya. Aku mendapatkan sms dari si dia setelah beberapa hari kita tidak berkomunikasi, sangat singkat sekali smsnya, seperti pembukaan di atas. Rasanya hampir menangis. Tiba-tiba saja sahabatku ini sms, tepat setelah sms singkat dari dia. Seperti ada *klik* antara aku dan sahabatku ini. Aku memang tidak mengutarakan what happen with me tonight pada sahabatku ini. Tapi dengan kita hanya bersmsan sudah cukup membuatku terhibur, padahal kita smsan juga geje gitu, nggak jelas ngobrolin apa pokoknya ada aja yang diobrolin. Bahkan sampai saat aku memposting tulisan ini, aku masih bersmsan ria dengan sahabatku yang satu ini.

Lalu aku ingin dia seperti apa? Dia harus gimana?
Tidak perlu harus gimana-gimana. Cukup jadi diri sendiri saja.
Lalu bagaimana ketika dia sudah menjadi dirinya sendiri tapi aku tidak bisa mengimbanginya?
Entahlah... Hal itu yang sering kita bicarakan.
Kita berjalan menjadi pribadi kita masing-masing.
Apa yang dia suka, lakukanlah! Apa yang aku mau, tidak pernah dia mencegahku.
Perasaan nyaman itu ada ketika dia seorang kekasih mampu sekaligus menjadi seorang teman, kakak, ayah.
Kita melakukan hal-hal baru yang belum pernah aku lakukan dan yang jarang dia lakukan.
Lalu apakah kita pernah melakukan suatu hal yang sama-sama kita sukai?
Kalo aku pikir-pikir hampir tidak pernah.
Hanya saja, dia seorang guru dan aku juga pernah mengajar.
Memiliki sebuah sekolah Taman Kanak-kanak adalah sebuah impian kita.
Mungkin mimpi itu yang menguatkan kita. Mungkin saja. Aku berharap itu bukan sekedar mimpi. Wish come true.

Aku butuh seseorang yang dapat menguatkanku ketika aku sedang lemah.
Aku butuh seseorang yang mampu memahamiku tanpa harus banyak berkata.
Aku butuh seseorang yang bisa menghargaiku sebagai seorang wanita seutuhnya.


Surabaya,
malam 04 Februari 2012 menjelang 05 Februari 2012.
#malamminggugalau
@ama_lia

Minggu, 15 Januari 2012

17 tahun

Adik saya hari ini tepat berumur 17 tahun. Menginjak angka 17 itu mulai memasuki akhir masa pubertas, masa peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Biasanya pada masa itu pertumbuhan fisiknya sudah matang namun kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya.

Kalo menurut Teori Erikson sih adik saya memasuki tahap kelima diantara delapan tahap yang ada, yaitu Identity versus Identity Confusion, pada tahap itu adik saya dihadapkan oleh pencarian siapa saya, bagaimana saya nanti, dan kemana saya menuju masa depan saya. Satu dimensi yang penting dalam tahap itu adalah penjajakan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran. Penjajakan karir merupakan hal penting sehingga orangtua harus mengijinkan anak remaja menjajaki banyak peran. Jika anak menjajaki berbagai peran dan menemukan peran positif maka ia akan mencapai identitas yang positif. Jika orangtua menolak identitas remaja sedangkan remaja tidak mengetahui banyak peran dan juga tidak dijelaskan tentang jalan masa depan yang positif maka ia akan mengalami kebingungan identitas. Paparan tersebut saya kutip dari buku kuliah saya dulu, Life Span Development; Perkembangan Masa Hidup, Jilid I. 

Beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya tiba, adik saya mengemukakan keinganannya terhadap suatu benda yang ia idamkan, yaitu efek gitar. Adik saya yang satu ini memang hobinya ngeband, dengan posisi sebagai gitaris. Mulai dari gitar biasa, gitar listrik, sound, efek, dan perlengkapan ngeband lainya yang menurut saya sudah cukup lengkap untuk menemukan identitas dirinya sebagai remaja. Saya rasa, orangtua saya sudah cukup membantu adik saya dalam mengarahkan pilihan-pilihan alternatif terhadap peran sebagai remaja sehingga saya berharap adik saya tidak mengalami kebingungan identitas dan akan menjadi seseorang yang memandang masa depan sebagai suatu hal yang harus dihadapi, mau tidak mau, suka tidak suka. Setidaknya adik saya sudah memiliki bekal untuk kelanjutan hidupnya nanti; sekolah, agama, musik, pendidikan, tabungan. Tentunya orangtua saya telah mempersiapkannya, saya yakin itu, tidak hanya untuk adik saya yang ini saja namun untuk kedua adik saya yang lain dan untuk saya sekalipun tentunya, mereka kedua orangtua saya telah merencakan dengan baik masa depan anak-anaknya.




Happy Bithday for my little brother, Edo. Sukses untuk sekolahnya. Jangan kecewakan Bapak,Ibu,Kakak-Kakakmu. Buatlah kita tersenyum bangga dengan prestasimu.



Surabaya, 15 Januari 2012
@ama_lia

Senin, 09 Januari 2012

at Grafis-Promo Zone

Hari ini saya pulang ngantor agak terlambat, biasanya sebelum maghrib saya sudah berada di rumah. Alasannya sih bukan karena lembur atau banyak kerjaan di kantor.
Jadi ceritanya tadi jam setengah lima saya sudah menonaktifkan komputer saya dan bergegas pulang, tapi saya mampir dulu ke ruangan Grafis-Promo menyerahkan foto karyawan baru untuk dibuatkan IdCard kepada salah satu crew promo, Mas harun, hasil dari IdCard akan dikirim ke email saya seperti biasanya.
Sudah selesai. Saya bergegas pulang.
Eits, tapi tunggu dulu... Saya tengok di luar, cuaca masih belum bersahabat untuk pulang (baca:hujan), apalagi motor saya kemarin sudah kinclong abis dicuci.
Alhasil saya semakin malas untuk beranjak dari ruangan Grafis-Promo ditemani bersama teman-teman Grafis-Promo. Lebih tepatnya saya ngendon di Private Room'nya Mas Harun, bertiga bersama Tika juga. Obrolan demi obrolanpun terjadi.
Tiba-tiba saja, Tika nyeletuk atau lebih tepatnya bertanya kepada Mas Harun tentang seserahan/peningset atau semacamnya itu. Awalnya saya biasa saja karena Tika bercerita tentang seserahan sepupunya, jadi saya berpikir ah itu kan acaranya saudaranya. Tapi lambat laun saya mulai bisa mencerna obrolan antara dua insan itu. Saya pun turut larut dalam obrolan itu. Singkat cerita, mereka akan melangsungkan proses lamaran dalam waktu dekat ini tepatnya bulan Februari depan dan tahun ini juga akan menuju gerbang pernikahan.
Tentunya salah satu diantara mereka harus ada yang resign karena mereka berada dalam satu Divisi bahkan satu kantor.
Dan pada akhirnya, saya akan kehilangan salah satu sahabat saya di kantor sekaligus sahabat kecil saya. Tika itu teman saya waktu SD. Tika itu orang yang berjasa dalam proses mendapatkan perkerjaan saya yang sekarang, karena dialah orang pertama yang memberitahu tentang info lowongan di kantor tempat kami bekerja sekarang.

Teruntuk pinky rabbit girl, Tika
Sukses untuk Big Plan'nya tahun ini....
Dengan senang hati akan siap membantu segala keperluan pernikahanmu...

Tika and me @Grafis-Promo Zone


Surabaya, 09 Januari 2012
@ama_lia

Minggu, 01 Januari 2012

My short story about 2011

Sama seperti tahun-tahun baru sebelumnya. Saya lebih senang menghabiskan sisa waktu sebelum bergantinya tahun baru ini dengan tetap berada di rumah. Dan seperti biasa, malam tahun baru selalu hujan, dengan berada di dalam rumah bersama keluarga tercinta merupakan salah satu cara untuk menghangatkan diri, walaupun tidak dengan personel lengkap karena kedua adik saya punya acara sendiri di luar sana bersama teman-temannya, tapi setidaknya hujan yang terus mengguyur malam ini tetap terasa begitu hangat bagiku disini.

Alhamdulillah... Sudah diberi kesempatan menjalani tahun 2011.  Saatnya merefleksikan tahun 2011. Mari menyambut tahun baru tentunya dengan harapan dan semangat baru...

Januari
  • New Resolutin; Lepas Kacamata. Looks Fresh! :-)

  • Duka Innalillahiwainnaillaihiroji'un: Mbah Mur meninggal

Februari
  • JTV Family Gathering at Taman Safari


Maret
  • Mbak Linda have new baby girl

  • Konser Selalu Cinta Kotak di Parkir Timur Plasa Surabaya; jualan tiket pake air hujan disertai air mata. Hehe...
  • Weekend go to Malang with Bude Ninuk and the genk

April
  • Selalu ada nasi kuning at my Birthday
  • Thx to my crazy friends (Adit, Indra, Ubay) for our friendship
my birthday @home
  • Girl thing reunian (Novita, Gizel, Delvy, me, Ayu, minus Lila)

  • Pindahan ruang kerja dari lantai 4 ke lantai 3

Mei 
  • Malang Tempoe Doloe by motorcycle with Adit and Ubay
Adit, Ubay, and me @MTD

Gita, Mr. Police, and me @MTD

  • New C3 purple

Juni
  • Horeeee! Akhirnya punya SIM C :-)
  • Mas Kolincu wedding at Nganjuk. Go there with library's genk
  • Duka Innalillahiwainnaillaihiroji'un: Ibu Mas Oki meninggal, Mbak Iffah kecelakaan, Qeela (my nephew) masuk RS, Ncis (my friend) masuk RS

Jenguk Ncis (Frisca, Ncis, Me, Eta) @Siloam Hospital


Juli
  • Surabaya Heritage with Neno, Adit, Pudes
Neno and me

Adit and Pudes

  • Almost everyday go home by vespa

Agustus
  • Ramadhan penuh berkah
  • Bismillah... L 5379 AI, new Mio
  • Bismillah again... You and me

September
  • Lebaran with my Big Family
Lebaran 1432 H (Zaky, Edo, Ibu, Me, Bapak, minus Akbar)

  • Wisuda my brother, Akbar.

  • One year i'm at JTV
Setahun sudah bersama mereka


Oktober
  • Setahun Qeela
Qeela birthday
  • Om Rahmat & Tante Lena naek haji
  • Full of story about you and me

November
  • Mbak Riri wedding;  "souvenir" story
Akad Nikah Mbak Riri (Me, Mbak Riri, Tika)
  • Mas Imam wedding at Blitar. Go there with all crew keuangan


  • Silent Treatment

Desember
  • The Best Employee



Teruntuk semua orang yang saya sayangi; kedua orang tuaku, bapak-ibu, keluargaku, adik-adik, sahabat, teman-teman. Terima kasih kalian sudah menjadi bagian cerita 2011ku.
Special for my ubi, thx for love, happiness, laugh, tears, and everything about you and me. InsyaAllah, 2012, the answer for our hope, our pray.
Tidak lupa mengucapkan puji syukur kepada Sang Sutradara Kehidupan, Dialah Maha Besar Pencipta Semuanya. Terima kasih atas karuniaMu. Terima kasih atas RahmatMu. Terima kasih atas segalanya Ya Allah. Semoga Hamba termasuk orang-orang yang selalu berada di JalanMu.

Bismillahirrohmanirrohim. Welcome 2012.


Surabaya, 31 Desember 2011
@ama_lia